Senin, 22 Juni 2009

Dua Mahasiswa Elektro Unila Raih Juara Ke-1 Lomba Teknologi Terapan 2008




Universitas Lampung

http://www.unila.ac.id/Berita/Kegiatan-Mahasiswa/Dua-Mahasiswa-Elektro-Unila-Raih-Juara-Ke-1-Lomba-Teknologi-Terapan-2008.html

Dua Mahasiswa Elektro Unila Raih Juara Ke-1 Lomba Teknologi Terapan 2008

Sample Image(Unila): Berawal dari ide penulisan skripsi dan bermodalkan bahan-bahan sederhana, Edward Yulian Perdana (FT Elektro'03) bersama rekannya Ade Dwi Wijayanto (FT Elektro'04) membuat sebuah inovasi baru dengan memodifikasi kursi roda manual menjadi kursi roda elektrik. Hasilnya kedua mahasiswa jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Unila ini terpilih sebagai Juara I dalam kategori umum pada Lomba Teknologi Terapan 2008 dimulai dari tanggal 28 April-17 Juni 2008.

Lomba tersebut diadakan untuk memperingati Hari Kebangkitan Teknologi Nasional (HAKTEKNAS) Ke-13 Tahun 2008, yang jatuh setiap tanggal 10 Agustus. Dengan Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Balitbangda) Provinsi Lampung sebagai penyelenggara acara membagi peserta dalam tiga kategori yaitu kategori Peneliti, Umum dan SMA/SMK.

“Kursi roda elektrik ini jauh lebih ekonomis dengan keefektifan penggunaan sekitar 70% dibandingkan kursi roda biasa lainnya”, tegas Edward, mahasiswa Teknik Elektro angkatan 2003 itu.

Bahan yang digunakan cukup sederhana seperti mikrokontroler AVR seri ATmega8535 sebagai pengendali utama, joystick yang terdiri dari empat push button (arah depan, belakang, kanan dan kiri), lalu adapula motor driver berfungsi mengatur putaran roda, sedangkan power supply sebagai tenaga listrik dan terakhir dua aki basah merupakan sumber tenaga elektriknya. Bahan rangkaian elektronik tersebut ditunjang pula dengan rangkaian sistem mekanik antara lain dua tuas (kanan dan kiri), plat motor DC, tiang penyangga plat motor serta besi penghubung tuas dengan plat motor DC.

Selain ekonomis, cara kerja yang tidak rumit dan fleksibel menjadi salah satu kelebihan alat ini dengan input dari push button (joystick) lalu diproses oleh sistem pengendali utama yakni mikrokontroler AVR seri ATmega8535, setelah itu hasil pengolahan akan diteruskan oleh motor driver yang dihubungkan dengan motor DC kanan dan kiri. Bila aki habis maka sistem mekanik dapat difungsikan dengan cara kedua tuas ditarik ke belakang sehingga plat motor DC akan terangkat dari permukaan lantai dan kursi roda masih bisa digunakan secara manual. Kemudian, aki dicharge dengan alat yang terbuat dari trafo yang berguna untuk menyambung tegangan dan relay sebagai sakelar.

Adanya tiga tahap seleksi diantaranya seleksi makalah, visitasi (kunjungan tujuh orang juri dari Balitbangda Lampung) dan tahap presentasi. Menyisihkan 20 peserta pada kategori umum yang terdiri dari mahasiswa perguruan tinggi negeri maupun swasta di Lampung serta masyarakat umum. Sehingga, Seminar IPTEK pada Selasa (12/08) di Gedung Balai Keratun Lampung sekaligus memberikan hadiah lomba bagi para pemenang termasuk kedua mahasiswa jurusan Teknik Elektro tersebut, yang mendapatkan hadiah berupa trophi, uang beserta piagam penghargaan.

”Semoga dengan adanya kursi roda elektrik ini, masyarakat pengguna alat tersebut dapat membelinya dengan harga yang terjangkau serta Unila bisa memproduksi lebih banyak lagi” , ujar Ade

Rekannya Edward menambahkan bahwa untuk ke depannya kursi roda ini akan diusahakan untuk dipasarkan ke masyarakat umum yang akan bekerjasama dengan Dinas Kesehatan tingkat provinsi ataupun kota. [yulis/andhi]

Tidak ada komentar:

Posting Komentar